Category Archives: Penganiayaan

Miris! Kucing Peliharaan di Sulut Kena Luka Bacok

by ,

Meskipun undang-undang kekerasan binatang di Indonesia sudah dikeluarkan, faktanya aksi penganiayaan yang dialami hewan masih sering terjadi. Bahkan dalam perkembangannya, orang-orang penyiksa hewan ini seolah makin bangga dalam beraksi dengan mengabadikannya di media sosial. Seolah tak punya salah, mereka punya berjuta alasan untuk membenarkan. Kucing dan anjing adalah hewan yang sering jadi korban kekerasan manusia yang berujung pada kematian.

 

Dan terbaru, aksi penganiayaan dialami seekor kucing togel online malang bernama Mitty. Kasus yang diketahui terjadi di Kotomobagu, Sulawesi Utara ini terungkap setelah komunitas pecinta kucing, Cat Lovers in The World (CLOW) mengunggahnya di akun Instagram. Dari foto yang ada, kondisi kepala Mitty terlihat terluka sangat marah yang diduga kuat terkena bacokan manusia keji tak punya hati.

 

Semakin mengejutkan karena Mitty bukanlah kucing liar, karena kucing jantan berwarna kuning tabby-putih itu milik Ridwan Sumeru. Pria berusia 40 tahun itu merasa janggal karena Mitty tidak pulang-pulang untuk makan. Dia menemukan Mitty dalam kondisi terluka parah hari Senin (12/3) kemarin di selokan.

 

“Biasanya Mitty main-main ke tetangga. Biasanya malam ke rumah untuk makan, tapi ini nggak balik. Sekitar pukul sepuluh saya lihat di selokan. Masalahnya susah cari dokter di sini, kami sudah usaha cari mantri. Saya sudah usaha cari obat, tapi dibilang harus dijahit,” keluh Ridwan seperti dilansir Detik.

 

Tak Bertahan, Mitty Pun Meninggal

 

Melihat foto yang ada, bagian belakang kepala Mitty memang terbuka lebar karena luka bacok. Dengan luka parah seperti itu dan tidak mendapatkan perawatan dokter hewan secepatnya, Mitty pun meninggal dunia. Hewan lucu dan menggemaskan itu dikabarkan Ridwan memilih untuk pergi istirahat selama-lamanya.

 

“Saya sudah usaha cari obat, tapi dibilang harus dijahit. Tadi sehabis salat Isya, saya kubur. Mitty meninggal sehabis salat Isya dan langsung dikubur,” cerita Ridwan pilu. Kasus Ridwan ini menjadi perhatian banyak pecinta kucing di media sosial dan berujung pada kecaman terhadap pelaku yang masih belum diketahui.

 

Di Jakarta, Petugas Tangkap Puluhan Kucing Liar

 

Jika Mitty mengalami nasib keji akibat ulah manusia tak berhati, nasib berbeda dialami kucing-kucing liar di kawasan Jakarta. Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) melakukan penertiban kepada kucing-kucing liar di lingkuhan Rusun Petamburan, Jakarta Pusat. Aksi yang berdasarkan pengaduan warga atas keberadaan kucing liar mengganggu itu berhasil menangkap kurang lebih 43 ekor kucing liar.

 

Sudin KPKP juga mendatangi salah satu rumah yang pemiliknya memelihara lebih dari 10 ekor kucing. Menurut keluhan warga, rumah itu jadi salah satu dasar pengaduan karena bau tak sedap akibat kotoran kucing yang menyeruak ke seluruh rusun. Namun selain itu, Sudin KPKP mengatakan jika aksi mereka itu untuk pencegahan dan pengobatanpenyakit rabies pada hewan liar sesuai Perda Nomor 11 Tahun 1995 tentang pengendalian penyakit rabies.

 

“Lama-lama kucing ini memang sudah seperti hama ya di pemikiran kita. Karena yang pertama, kucing itu berkembang biak sangat cepat. Kadang setahun bisa sampai tiga kali, rata-rata empat sampai lima ekor. Kalau tidak kita kendalikan populasinya, maka akan menggganggu keseimbangan ekosistem juga. Nanti kucing-kucing ini akan dibawa ke rumah observasi rabies di daerah Ragunan, Jakarta Selatan. Di sana akan dirawat lalu disteril supaya tidak memberikan keturunan, divaksin rabies dan setelah itu bisa diadopsi,” ungkap Hasudungan, Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat.