Kutukan Tanah Katalunya, Real Madrid Kalah Dari Espanyol

by ,

Bertandang ke markas Espanyol di stadion RCDE, Barcelona, Real Madrid justru pulang dengan kepala tertunduk. Karen dalam pertandingan pekan ke-13 La Liga Spanyol, Madrid terpaksa menyerah 0-1 dari tim peringkat 13 klasemen sementara itu. Gol kemenangan Espanyol pun terasa begitu menyesakkan karena dicetak oleh Gerard Moreno di babak perpanjangan waktu, menit ke-93.

 

Madrid sendiri sebetulnya datang ke tanah Katalunya dengan penuh percaya diri. Memegang rekor kemenangan lima pertandingan berturut-turut, Madrid memulai pertandingan hari Rabu (28/2) dini hari tadi dengan penuh semangat. Meskipun tidak diperkuat sang megabintang, Cristiano Ronaldo, Madrid terus membuat ancaman pada gawang Pau Lopez di babak pertama yang tidak pernah sukses.

 

Peluang dimulai saat Gareth Bale memiliki peluang emas untuk Los Blancos di menit ke-7 yang ditepis sempurna oleh Lopez. Tak berhenti di situ, giliran Isco memiliki peluang di menit ke-16 yang lagi-lagi masih gagal. Babak kedua pun dimulai dan berganti Espanyol yang menekan klub asuhan Zinedine Zidane itu. Namun upaya Espanyol masih bisa diamankan oleh kiper Keylor Navas.

 

Seperti saat Sergio Garcia yang mampu mengungguli Varane dan melepas tendakan dari sudut sempit. Beruntung, Navas masih tampil brilian. Hingga akhirnya petaka injury time muncul saat Moreno mencetak gol tunggal untuk kemenangan Espanyol. Atas hasil ini, Espanyol merangkak naik ke posisi 13 dengan total 31 poin, sementara Madrid tertahan di peringkat tiga dengan 51 poin.

 

Zidane Nilai Madrid Tak Layak Menang dan Kalah

Menanggapi kekalahan atas Espanyol, Zidane pun memberikan pernyataan mengambang. Pelatih berusia 45 tahun itu menilai kalau Madrid tak pantas menang atas Espanyol, tapi juga tak layak kalah. Kehilangan Ronaldo, Madrid sejatinya mendominasi penguasaan bola sekitar 61%. Bahkan Madrid memiliki 12 peluang emas terjadinya gol dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sementara Espanyol membuat 16 percobaan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang Madrid.

 

“Kami punya kekurangan dalam banyak hal. Kami memulai laga dengan baik dan mendapatkan beberapa peluang untuk mencetak gol. Tetapi penampilan kami di babak kedua lebih buruk daripada 45 menit pertama. Kami tidak bisa bermain sama sekali atau memberikan ancaman apapun di abbak kedua. Meskipun kami tidak layak menerima kekalahan, Espanyol menciptakan sedikit peluang. Ini satu kekalahan yang menyakitkan dan hasil buruk. Saya meminta maaf kepada para pemain,” papar Zidane.

 

Zidane menambahkan bahwa anak-anak asuhnya selalu mengejar kemenangan. Namun laga tandang ke markas Espanyol membuyarkan impian mereka. “Mereka mencetak gol di menit terakhir. Tapi kami tak perlu memikirkan hal itu lagi. Kami tak pantas menang juga tak pantas untuk kalah,” seperti dilansir situs resmi Madrid.

 

Kemenangan Pertama Espanyol Dalam Satu Dekade

Mampu menang dari tim raksasa sekelas Madrid memang membuat punggawa dan penggemar Espanyol bahagia berat. Apalagi ini adalah kemenangan pertama Espanyol atas Madrid dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. Kekalahan ini juga menyudahi rekor positif Madrid atas Spanyol yang sebelumnya tak pernah kalah dalam 20 pertandingan terakhir di La Liga.

 

Sekedar informasi, Madrid terakhir kali kalah dari Espanyol adalah pada tahun 2007 silam kala Bernd Schuster menjadi pelatih dan harus takluk 1-2. Selain itu, kemenangan ini juga makin spesial bagi Espanyol karena mereka jadi tim Katalunya ketiga yang membungkam Madrid selain Barcelona dan Girona. Apakah memang tanah Katalunya terkutuk untuk Madrid?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *